Home / Desain Kapal / Sketsa Desain Kapal Lengkap – Bagian Penting pada Kapal

Sketsa Desain Kapal Lengkap – Bagian Penting pada Kapal

Sketsa model kapal. Sebelum membuat sebuah kapal, memang perencanaan itu penting. Untuk itu, akan dibutuhkan sketsa kapal tersebut. Di mana pada sketsa tersebut harus diterangkan dengan cukup mendetail, dengan begitu ketika proses konstruksi kapal dimulai, semuanya akan dapat berjalan dengan lancar. Pada kesempatan artikel kali ini, kami akan menjelaskan beberapa bagian utama dari sebuah kapal. Mari baca selengkapnya.

 

Bagian Utama pada Sebuah Kapal

Ingat, berbeda kapal, atau jenis kapalnya, maka akan berbeda pula bagian-bagian dari kapal tersebut di dalam sketsanya.

  1. Buritan
  2. Cerobong
  3. Kulit kapal
  4. Propeller
  5. Lampu sorot
  6. Mesin
  7. Geladak utama
  8. Haluan
  9. Superstructure, bangunan atas, di mana di sini ditempatkan anjungan kapal, yakni kabin untuk awak

Di sebuah kapal penyeberangan Ro-ro itu masih dilengkapi pintu rampa. Pintu ini sendiri berlokasi di haluan serta buritan kapal. Jika dilihat secara garis besar, maka dapat diketahui bahwa prinsip dasarnya, kapal perairan pedalaman, dan juga kapal penyeberangan, mempunyai karakteristik sama. Tetapi ada pengecualian di bagian-bagian tertentu, jadi di mana bagian kapal penyeberangan itu akan dilengkapi yang namanya system pintu darurat, atau yang dikenal juga dengan sebutan ramp door. Pintu darurat ini mempunyai fungsi naik turun kendaraan dan penumpang. Dan pola standar di dermaga yang memakai dermaga khusus, yang digunakan untuk kapal penyeberangan.

 

Bagian Lambung Kapal

Bagian penting dari sebuah kapal, yang sudah pasti masuk dalam sketsa adalah lambung kapal. Nama lain dari lambung kapal ini, atau dalam bahasa Inggrisnya, disebut “Hull”. Ini merupakan badan utama dari kapal.

Pada lambung kapal ada fungsi Bouyancy, daya apung, agar kapal seimbang, dan tidak tenggelam saat berlayar. Memang lambung kapal dirancang secara khusus. Gesekan dengan air pun dibuat sekecil mungkin. Apalagi untuk kapal yang berkecepatan tinggi. Maka desain lambung kapal pun benar-benar membutuhkan perhatian khusus.

Perancangan konstruksi lambung kapal adalah hal paling vital di dalam pembuatan kapal itu sendiri. Sebab pada prosesnya, harus melibatkan perhitungan stabilitas kapal, dan besar dari tahanan kapal – Di mana itu sudah pasti akan mempunyai dampak terhadap kecepatan dari kapal yang dirancang, besaran daya mesin, konsumsi bahan bakar kapal, dan sarat kapal, untuk perhitungan kedalaman yang dibutuhkan, terkait pelabuhan yang nantinya akan disinggahi oleh kapal tersebut. Dan memang, seperti prediksi Anda, lambung kapal ini terdiri atas beberapa macam bentuk. Tidak hanya satu. Untuk detailnya silahkan Anda check di bawah ini.

 

Bentuk-bentuk dari Lambung Kapal yang Ada Sekarang ini

 

  • Lambung datar

Untuk jenis lambung pertama ini, digunakan pada kapal yang berlayar pada perairan tenang. Umumnya pada kapal dengan kecepatan rendah. Contohnya pada kapal tongkang, kapal tangker. Desain lambung datar pada kapal akan meningkatkan stabilitas, umumnya titik berat dari kapal pun akan diturunkan.

 

  • Lambung V

Mungkin untuk desain lambung V ini Anda sudah sering melihatnya. Ya, biasanya digunakan pada kapal speedboat, yang berkecepatan tinggi. Mengapa dinamakan lambung V, karena bentuk lambung kapalnya itu menyerupai sebuah huruf “V”. Ada alasan mengapa menggunakan model ini. Jadi bukan hanya karena terlihat keren saja.

 

Dengan menggunakan lambung V, maka hambatan pada kapal ketika melaju pun akan menjadi lebih kecil. Dengan kata lain, akan lebih menghemat bahan bakar. Dan kapal pun dapat melaju dengan lebih kencang.

 

  • Lambung Katamaran

Yang ketiga yang akan kami bahas adalah model lambung kapal Katamaran. Dengan membuat sebuah kapal yang memakai desain lambung Katamaran, maka kapal pun akan mempunyai level kestabilan yang lebih tinggi, tetapi gelombang yang ditimbulkan oleh kapal lebih kecil, karena itu model lambung ini sesuai untuk kapal yang digunakan di sungai-sungai. Namun untuk kapal yang dioperasikan pada perairan bergelombang, efeknya goyangan kapal akan lebih tinggi.

 

  • Lambung Terowongan

Berikutnya, yang keempat, tidak lain adalah bentuk lambung kapal terowongan. Desain dari lambung kapal yang satu ini untuk mengurangi gesekan. Jadi berbeda dengan desain lambung Katamaran yang dibahas sebelumnya. Sebab pada lambung terowongan itu sudut bagian dalamnya lancip, dengan begitu akan mempermudah gerakan manuver dari kapal.

 

  • Lambung Ponton

Selain lambung terowongan, juga ada yang disebut dengan lambung Ponton. Jadi kapal yang dibangun menggunakan desain lambung ponton ini akan benar-benar stabil. Kapal juga bisa dijalankan secara mudah, cukup memakai mesin tempel, selain itu juga bisa dengan cara ditarik menggunakan kabel, biasanya digunakan untuk kapal penyeberangan sungai sederhana. Tetapi lambung ponton tak efisien apabila digunakan pelayaran jarak jauh. Karena akan boros bahan bakar. Itu yang perlu untuk Anda mengerti mengenai lambung ponton ini.

 

Desain Sketsa Lambung Kapal

Untuk desain dari lambung sebuah kapal itu akan mempengaruhi kecepatan kapal. Di mana semakin streamline maka akan semakin cepat. Jadi sama dengan penggunaan energi. Namun pada lain pihak, muatan yang dapat diangkut pun akan menjadi lebih rendah, karena itu pada kapal barang, kapal tangker, Anda akan melihat jika kapal tersebut lebih sesuai apabila memakai desain lambung datar.

 

Sekat Belakang Kapal

Juga ada yang namanya bagian sekat belakang di sketsa pembuatan kapal. Di sekat belakang di bagian lubang baling-baling wajib diberikan tambahan plat dengan ketebalan lebih, yakni 22 mm, dengan tujuan menahan getaran dari baling-baling. Untuk penguat yang lokasinya ada pada bagian belakang dari kapal. Dan jarak masing-masingnya yakni 24”, serta baja siku keliling akan diletakkan di bagian muka dari kapal.

 

Anjungan

Berikutnya, bagian kapal yang termasuk dalam sketsa adalah anjungan. Dikenal juga dengan sebutan bridge. Anjungan ini merupakan ruang komando pada sebuah kapal, jadi di mana akan ditempatkan roda kemudi dari kapal, juga peralatan navigasi, yang berguna dalam menentukan posisi dari kapal, karena di tengah lautan tanpa peralatan navigasi, kapten kapal akan sulit dalam menentukan arah perjalanan yang benar dan bisa tersasar. Selain itu pada anjungan, juga terdapat kamar radio dan kamar nakhoda. Umumnya anjungan pada sebuah sketsa kapal akan ditempatkan di posisi yang memiliki jarak pandang paling baik ke semua arah. Karena di sini nanti akan dilakukan navigasi kapal. Jadi anjungan ini sangatlah penting. Untuk perlengkapan anjungan antara lain teropong, kompas, perangkat komando ruang mesin, radio komunikasi, radar, roda kemudi, dan lain-lain.

 

Jual Kapal

Kami siap membantu Anda jika Anda sedang ingin membeli kapal. Kami adalah perusahaan yang sudah melayani banyak pelanggan, dan kapal yang kami jual hanya yang berkualitas. Anda dapat mempercayakan berbagai produk kapal yang Anda butuhkan kepada kami. Silahkan kontak kami sekarang untuk tanya jawab, termasuk informasi harga terbaru. Atau anda juga menggunakan jasa kami untuk membuat General Arrangement ( GA Plan ), mendesain kapal / membuat sketsa kapal, 3D Drawwing yang cocok untuk kebutuhan anda. Sekian artikel tentang sketsa desain kapal lengkap – bagian penting pada kapal, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *